Saham TCPI — Transcoal Pacific
Ringkasan TCPI
Transcoal Pacific (kode TCPI) adalah emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp2.000 per lembar — melemah 0,50% dari penutupan sebelumnya di Rp1.800. Satu lot (100 lembar) berarti Rp200.000.
Dalam 52 minggu terakhir TCPI bergerak antara Rp1.140 dan Rp13.725, sehingga harga sekarang berada dekat titik terendah setahunnya (7 dari 100). Harganya di atas sebagian rata-rata bergeraknya dan di bawah sisanya — susunan peralihan, belum satu arah.
Nilai transaksi terakhirnya Rp13,47 miliar sehari — tergolong sedang dan jauh di atas rata-rata 20 harinya (rasio 3,78×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 54,9, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi TCPI skor 27 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Setelah rontok". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka TCPI selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang TCPI
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan TCPI. Emiten ini mencatat 2 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 2 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan TCPI. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar TCPI
Berapa harga saham TCPI hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, TCPI berada di Rp2.000 per lembar, turun 0,50% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp200.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
TCPI saham apa?
TCPI adalah kode saham Transcoal Pacific, emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah TCPI termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi TCPI skor 27 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham TCPI?
Pemegang saham pengendali TCPI adalah PT Sari Nusantara (55,00%) dan PT Karya Permata (25,00%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan TCPI.
TCPI masuk papan apa di BEI?
TCPI tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 06/07/2018.
Saham apa lagi yang satu grup dengan TCPI?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 2 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan TCPI: CHIP (59,61%), DADA (21,53%). Penghubungnya PT Karya Permata. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian TCPI?
Sekitar Rp13,47 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Energi
Sebelum membeli TCPI
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.