NerfstockIDX SIGNAL INTELLIGENCE
MasukDaftar

Kamus istilah saham Indonesia

Empat puluh lebih istilah yang paling sering muncul, dijelaskan seperlunya tanpa jargon susulan.

8 menit baca · diperbarui berkala · gratis, tanpa akun

Perdagangan dasar

Lot — satuan pembelian saham. Satu lot berisi 100 lembar.

Bid — antrean harga beli. Offer/Ask — antrean harga jual. Selisih keduanya disebut spread; spread lebar menandakan saham tipis.

ARA — Auto Reject Atas, batas kenaikan harga maksimal dalam satu hari. ARB — Auto Reject Bawah, batas penurunannya.

IHSG — Indeks Harga Saham Gabungan, mencerminkan pergerakan seluruh saham tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Suspensi — penghentian sementara perdagangan sebuah saham oleh bursa.

UMA — Unusual Market Activity, pengumuman bursa bahwa aktivitas sebuah saham dinilai tidak wajar.

Ukuran perusahaan dan kepemilikan

Kapitalisasi pasar — harga saham dikali jumlah saham beredar; ukuran nilai perusahaan menurut pasar.

Free float — porsi saham yang benar-benar beredar bebas di publik. Free float kecil membuat harga lebih mudah digerakkan.

Blue chip — saham perusahaan besar, mapan, dan likuid. Bukan jaminan harga selalu naik.

Emiten — perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa.

Papan pemantauan khusus — daftar tempat bursa menempatkan emiten yang memenuhi kriteria bermasalah tertentu.

Aksi korporasi

Dividen — pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham.

Cum date — hari terakhir membeli saham untuk masih berhak atas dividen. Ex date — hari setelahnya, pembeli tidak lagi berhak.

Stock split — pemecahan nilai saham; jumlah lembar bertambah, harga per lembar turun, nilai kepemilikan tetap.

Right issue — penerbitan saham baru yang ditawarkan lebih dulu kepada pemegang saham lama.

Buyback — pembelian kembali saham oleh perusahaan penerbitnya.

IPO — penawaran umum perdana, saat perusahaan pertama kali menjual sahamnya ke publik.

Analisis teknikal

Support — level harga yang beberapa kali menahan penurunan. Resistance — level yang beberapa kali menahan kenaikan.

Moving Average (MA) — rata-rata harga selama sejumlah periode, dipakai memuluskan tren.

RSI — indikator kecepatan pergerakan harga, skala 0–100.

MACD — indikator yang membandingkan dua rata-rata bergerak untuk melihat perubahan momentum.

Volume — jumlah saham yang ditransaksikan. Nilai transaksi — volume dikali harga, ukuran likuiditas yang lebih berguna.

Breakout — harga menembus level penting disertai volume. Gap — selisih antara pembukaan hari ini dan penutupan kemarin.

Volatilitas — seberapa besar harga bergerak naik-turun; makin tinggi, makin lebar stop loss yang dibutuhkan.

Analisis fundamental

PER (Price to Earnings Ratio) — harga saham dibagi laba per lembar.

PBV (Price to Book Value) — harga saham dibagi nilai buku per lembar.

EPS — laba bersih per lembar saham.

ROE — laba bersih dibagi ekuitas; seberapa efisien modal pemegang saham menghasilkan laba.

DER — perbandingan utang terhadap ekuitas.

Dividend yield — dividen setahun dibagi harga saham.

Risiko dan istilah pasar

Cut loss — menutup posisi rugi sebelum kerugiannya membesar.

Stop loss — harga yang sudah ditetapkan sebagai batas keluar bila salah.

Take profit — harga merealisasikan keuntungan.

Average down — menambah posisi saat harga turun; memperbesar risiko pada keputusan yang sejauh ini salah.

Saham gorengan — saham yang harganya digerakkan segelintir pihak, bukan oleh nilai perusahaannya.

Likuiditas semu — antrean beli yang tampak tebal saat harga naik lalu menghilang saat harga berbalik.

Bullish — pandangan bahwa harga akan naik. Bearish — sebaliknya.

Koreksi — penurunan harga setelah kenaikan, umumnya dianggap wajar dalam tren naik.

Net foreign buy/sell — selisih beli dan jual bersih investor asing.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti ARA dan ARB?

ARA adalah Auto Reject Atas, batas kenaikan harga maksimal sebuah saham dalam satu hari. ARB adalah Auto Reject Bawah, batas penurunannya.

Apa itu free float?

Porsi saham yang benar-benar beredar bebas di publik. Semakin kecil free float, semakin mudah harga saham itu digerakkan oleh sedikit pihak.

Apa bedanya cum date dan ex date?

Cum date adalah hari terakhir membeli saham untuk masih berhak atas dividen. Ex date adalah hari setelahnya, ketika pembeli baru tidak lagi berhak.

Apa itu IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan, indeks yang mencerminkan pergerakan seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga

Tulisan ini bersifat informasi dan edukasi pasar modal, bukan saran keuangan maupun ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada Anda.