Saham AIMS — Artha Mahiya Investama
Ringkasan AIMS
Artha Mahiya Investama (kode AIMS) adalah emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp990 per lembar — menguat 20,00% dari penutupan sebelumnya di Rp825. Satu lot (100 lembar) berarti Rp99.000.
Dalam 52 minggu terakhir AIMS bergerak antara Rp250 dan Rp1.030, sehingga harga sekarang berada hanya sedikit di bawah puncak setahunnya (95 dari 100). Harganya berada di atas rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren naik.
Nilai transaksi terakhirnya Rp6,92 miliar sehari — tergolong sedang dan jauh di atas rata-rata 20 harinya (rasio 5,53×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 88,1, berada di wilayah yang biasa disebut overbought — artinya harganya baru saja naik cepat, bukan berarti mahal. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi AIMS skor 27 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Akumulasi sepi". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka AIMS selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang AIMS
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan AIMS. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan AIMS. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar AIMS
Berapa harga saham AIMS hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, AIMS berada di Rp990 per lembar, naik 20,00% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp99.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
AIMS saham apa?
AIMS adalah kode saham Artha Mahiya Investama, emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah AIMS termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi AIMS skor 27 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham AIMS?
Pemegang saham pengendali AIMS adalah PT. Aims Indo Investama (34,01%) dan Mohammad Rafil Pedana (0,00%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan AIMS.
AIMS masuk papan apa di BEI?
AIMS tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 20/07/2001.
Saham apa lagi yang satu grup dengan AIMS?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan AIMS: LUCY (59,42%). Penghubungnya antara lain PT Delta Wibawa Bersama. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian AIMS?
Sekitar Rp6,92 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Energi
Sebelum membeli AIMS
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.