Saham DEWA — Darma Henwa
Ringkasan DEWA
Darma Henwa (kode DEWA) adalah emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp332 per lembar — melemah 1,78% dari penutupan sebelumnya di Rp332. Satu lot (100 lembar) berarti Rp33.200.
Dalam 52 minggu terakhir DEWA bergerak antara Rp67 dan Rp865, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (33 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp88,66 miliar sehari — tergolong tebal dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 0,72×). Likuiditas sebesar ini membuat masuk dan keluar posisi relatif mudah tanpa menggeser harga.
RSI 14 harinya 38,8, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi DEWA skor 20 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Setelah rontok". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka DEWA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang DEWA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan DEWA. Emiten ini mencatat 3 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 2 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan DEWA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar DEWA
Berapa harga saham DEWA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, DEWA berada di Rp332 per lembar, turun 1,78% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp33.200. Data diperbarui tiap hari bursa.
DEWA saham apa?
DEWA adalah kode saham Darma Henwa, emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah DEWA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi DEWA skor 20 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham DEWA?
Pemegang saham pengendali DEWA adalah Goldwave Capital Limited (9,38%) dan Zurich Asset International (6,18%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan DEWA.
DEWA masuk papan apa di BEI?
DEWA tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 26/09/2007.
Saham apa lagi yang satu grup dengan DEWA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 2 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan DEWA: BIPI (9,92%), PURA (6,29%). Penghubungnya CGS INTERNATIO. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian DEWA?
Sekitar Rp88,66 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tebal. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Energi
Sebelum membeli DEWA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.