Saham GTSI — GTS Internasional
Ringkasan GTSI
GTS Internasional (kode GTSI) adalah emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp122 per lembar — menguat 0,83% dari penutupan sebelumnya di Rp119. Satu lot (100 lembar) berarti Rp12.200.
Dalam 52 minggu terakhir GTSI bergerak antara Rp30 dan Rp520, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (19 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp0,98 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 0,96×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 32,6, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi GTSI skor 27 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Setelah rontok". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka GTSI selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang GTSI
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan GTSI. Emiten ini mencatat 5 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan GTSI. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar GTSI
Berapa harga saham GTSI hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, GTSI berada di Rp122 per lembar, naik 0,83% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp12.200. Data diperbarui tiap hari bursa.
GTSI saham apa?
GTSI adalah kode saham GTS Internasional, emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah GTSI termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi GTSI skor 27 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham GTSI?
Pemegang saham pengendali GTSI adalah PT Humpuss Maritim (84,80%). Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan GTSI.
GTSI masuk papan apa di BEI?
GTSI tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 08/09/2021.
Saham apa lagi yang satu grup dengan GTSI?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan GTSI: HUMI. Penghubungnya H. Hutomo Mandala Putra, S.H. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian GTSI?
Sekitar Rp0,98 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Energi
Sebelum membeli GTSI
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.