Saham SSIA — Surya Semesta Internusa
Ringkasan SSIA
Surya Semesta Internusa (kode SSIA) adalah emiten sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp1.645 per lembar — melemah 0,30% dari penutupan sebelumnya di Rp1.625. Satu lot (100 lembar) berarti Rp164.500.
Dalam 52 minggu terakhir SSIA bergerak antara Rp700 dan Rp3.160, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (38 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp4,54 miliar sehari — tergolong tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,54×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 44,3, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi SSIA skor 0 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka SSIA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang SSIA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan SSIA. Emiten ini mencatat 14 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 2 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan SSIA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar SSIA
Berapa harga saham SSIA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, SSIA berada di Rp1.645 per lembar, turun 0,30% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp164.500. Data diperbarui tiap hari bursa.
SSIA saham apa?
SSIA adalah kode saham Surya Semesta Internusa, emiten sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah SSIA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi SSIA skor 0 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham SSIA?
SSIA tidak melaporkan pemegang saham berlabel pengendali. Pemegang saham terbesarnya adalah Masyarakat dengan 51,34%, menurut laporan bulanan emiten.
SSIA masuk papan apa di BEI?
SSIA tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 27/03/1997.
Saham apa lagi yang satu grup dengan SSIA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 2 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan SSIA: BBCA (54,94%), TOWR (19,95%). Penghubungnya antara lain DWIMURIA INVESTAMA ANDALAN. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian SSIA?
Sekitar Rp4,54 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Infrastruktur
Sebelum membeli SSIA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.