Saham BBCA — Bank Central Asia
Ringkasan BBCA
Bank Central Asia (kode BBCA) adalah emiten sektor keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp6.125 per lembar — menguat 2,94% dari penutupan sebelumnya di Rp5.950. Satu lot (100 lembar) berarti Rp612.500.
Dalam 52 minggu terakhir BBCA bergerak antara Rp4.820 dan Rp10.950, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (21 dari 100). Harganya di bawah sebagian besar rata-rata bergeraknya, dengan satu rata-rata masih tertembus ke atas.
Nilai transaksi terakhirnya Rp828,86 miliar sehari — tergolong sangat tebal dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 1,04×). Likuiditas sebesar ini membuat masuk dan keluar posisi relatif mudah tanpa menggeser harga.
RSI 14 harinya 36,3, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi BBCA skor 0 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka BBCA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang BBCA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan BBCA. Emiten ini mencatat 9 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 4 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan BBCA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar BBCA
Berapa harga saham BBCA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, BBCA berada di Rp6.125 per lembar, naik 2,94% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp612.500. Data diperbarui tiap hari bursa.
BBCA saham apa?
BBCA adalah kode saham Bank Central Asia, emiten sektor keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah BBCA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi BBCA skor 0 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham BBCA?
Pemegang saham pengendali BBCA adalah PT Dwimuria Investama (54,94%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,065%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan BBCA.
BBCA masuk papan apa di BEI?
BBCA tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 31/05/2000.
Saham apa lagi yang satu grup dengan BBCA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 4 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan BBCA: TOWR (19,95%), SSIA (10,24%), BELI, RANC. Penghubungnya antara lain Bambang Hartono. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian BBCA?
Sekitar Rp828,86 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tebal. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Keuangan
Sebelum membeli BBCA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.