Saham INET — Sinergi Inti Andalan Prima
Ringkasan INET
Sinergi Inti Andalan Prima (kode INET) adalah emiten sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp236 per lembar — menguat 0,85% dari penutupan sebelumnya di Rp236. Satu lot (100 lembar) berarti Rp23.600.
Dalam 52 minggu terakhir INET bergerak antara Rp33 dan Rp710, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (30 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp25,75 miliar sehari — tergolong tebal dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,51×). Likuiditas sebesar ini membuat masuk dan keluar posisi relatif mudah tanpa menggeser harga.
RSI 14 harinya 29,9, berada di wilayah yang biasa disebut oversold — artinya harganya baru saja turun cepat, bukan berarti murah. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi INET skor 20 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka INET selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang INET
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan INET. Emiten ini mencatat 2 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan INET. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar INET
Berapa harga saham INET hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, INET berada di Rp236 per lembar, naik 0,85% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp23.600. Data diperbarui tiap hari bursa.
INET saham apa?
INET adalah kode saham Sinergi Inti Andalan Prima, emiten sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah INET termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi INET skor 20 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham INET?
INET tidak melaporkan pemegang saham berlabel pengendali. Pemegang saham terbesarnya adalah Muhammad Arif dengan 23,33%, menurut laporan bulanan emiten.
INET masuk papan apa di BEI?
INET tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 24/07/2023.
Saham apa lagi yang satu grup dengan INET?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan INET: PADA (53,57%). Penghubungnya Adhie M. Masardi. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian INET?
Sekitar Rp25,75 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tebal. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Infrastruktur
Sebelum membeli INET
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.