Saham SGER — Sumber Global Energy
Ringkasan SGER
Sumber Global Energy (kode SGER) adalah emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp780 per lembar — menguat 1,30% dari penutupan sebelumnya di Rp765. Satu lot (100 lembar) berarti Rp78.000.
Dalam 52 minggu terakhir SGER bergerak antara Rp216 dan Rp785, sehingga harga sekarang berada hanya sedikit di bawah puncak setahunnya (99 dari 100). Harganya berada di atas rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren naik.
Nilai transaksi terakhirnya Rp37,45 miliar sehari — tergolong tebal dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 1,39×). Likuiditas sebesar ini membuat masuk dan keluar posisi relatif mudah tanpa menggeser harga.
RSI 14 harinya 68,3, condong ke sisi atas, menandakan kenaikan belakangan ini lebih besar daripada penurunannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi SGER skor 7 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka SGER selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang SGER
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan SGER. Emiten ini mencatat 5 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan SGER. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar SGER
Berapa harga saham SGER hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, SGER berada di Rp780 per lembar, naik 1,30% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp78.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
SGER saham apa?
SGER adalah kode saham Sumber Global Energy, emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah SGER termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi SGER skor 7 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham SGER?
Pemegang saham pengendali SGER adalah PT Sumbermas (50,08%) dan Welly Thomas (8,61%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 8,610%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan SGER.
SGER masuk papan apa di BEI?
SGER tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 10/08/2020.
Saham apa lagi yang satu grup dengan SGER?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan SGER: SMGA (8,00%). Penghubungnya VIVI RAMALYATI HUTAMA. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian SGER?
Sekitar Rp37,45 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tebal. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Energi
Sebelum membeli SGER
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.