Saham IATA — Karya Pacific Energy
Ringkasan IATA
Karya Pacific Energy (kode IATA) adalah emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp101 per lembar — melemah 2,88% dari penutupan sebelumnya di Rp101. Satu lot (100 lembar) berarti Rp10.100.
Dalam 52 minggu terakhir IATA bergerak antara Rp36 dan Rp198, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (40 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp21,83 miliar sehari — tergolong tebal dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 0,73×). Likuiditas sebesar ini membuat masuk dan keluar posisi relatif mudah tanpa menggeser harga.
RSI 14 harinya 48,8, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi IATA skor 27 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka IATA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang IATA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan IATA. Emiten ini mencatat 6 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 2 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan IATA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar IATA
Berapa harga saham IATA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, IATA berada di Rp101 per lembar, turun 2,88% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp10.100. Data diperbarui tiap hari bursa.
IATA saham apa?
IATA adalah kode saham Karya Pacific Energy, emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah IATA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi IATA skor 27 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham IATA?
Pemegang saham pengendali IATA adalah PT Karya Pacific (60,35%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,210%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan IATA.
IATA masuk papan apa di BEI?
IATA tercatat di Papan Pemantauan Khusus — papan tempat BEI menaruh emiten yang memenuhi kriteria tertentu untuk diawasi lebih ketat, misalnya harga sangat rendah, likuiditas tipis, atau kondisi keuangan tertentu. Perdagangan di papan ini punya aturan tambahan, termasuk mekanisme full call auction pada sebagian emitennya.
Saham apa lagi yang satu grup dengan IATA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 2 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan IATA: BABP, BCAP. Penghubungnya Hary Tanoesoedibjo. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian IATA?
Sekitar Rp21,83 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tebal. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Energi
Sebelum membeli IATA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.