Saham DNET — Indoritel Makmur Internasional
Ringkasan DNET
Indoritel Makmur Internasional (kode DNET) adalah emiten sektor keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp9.900 per lembar — melemah 0,50% dari penutupan sebelumnya di Rp9.950. Satu lot (100 lembar) berarti Rp990.000.
Dalam 52 minggu terakhir DNET bergerak antara Rp8.100 dan Rp12.000, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (46 dari 100). Harganya di atas sebagian rata-rata bergeraknya dan di bawah sisanya — susunan peralihan, belum satu arah.
Nilai transaksi terakhirnya Rp0,03 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,29×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 51,2, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi DNET skor 12 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Akumulasi sepi". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka DNET selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang DNET
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan DNET. Emiten ini mencatat 2 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 4 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan DNET. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar DNET
Berapa harga saham DNET hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, DNET berada di Rp9.900 per lembar, turun 0,50% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp990.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
DNET saham apa?
DNET adalah kode saham Indoritel Makmur Internasional, emiten sektor keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah DNET termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi DNET skor 12 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham DNET?
Pemegang saham pengendali DNET adalah PT. Megah Eraraharja (20,13%). Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan DNET.
DNET masuk papan apa di BEI?
DNET tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 11/12/2000.
Saham apa lagi yang satu grup dengan DNET?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 4 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan DNET: FAST (37,51%), ROTI (25,77%), DCII (11,12%), EMTK (8,97%). Penghubungnya antara lain ANTHONI SALIM. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian DNET?
Sekitar Rp0,03 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Keuangan
Sebelum membeli DNET
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.