Saham DCII — DCI Indonesia
Ringkasan DCII
DCI Indonesia (kode DCII) adalah emiten sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp193.250 per lembar — melemah 3,12% dari penutupan sebelumnya di Rp199.475. Satu lot (100 lembar) berarti Rp19.325.000.
Dalam 52 minggu terakhir DCII bergerak antara Rp40.000 dan Rp398.000, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (43 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp0,17 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di atas rata-rata 20 harinya (rasio 1,73×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 42,4, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi DCII skor 0 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka DCII selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang DCII
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan DCII. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 2 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan DCII. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar DCII
Berapa harga saham DCII hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, DCII berada di Rp193.250 per lembar, turun 3,12% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp19.325.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
DCII saham apa?
DCII adalah kode saham DCI Indonesia, emiten sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah DCII termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi DCII skor 0 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham DCII?
Pemegang saham pengendali DCII adalah Otto Toto Sugiri (29,90%) dan Marina Budiman (22,51%) dan Han Arming Hanafia (14,11%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 52,410%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan DCII.
DCII masuk papan apa di BEI?
DCII tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 06/01/2021.
Saham apa lagi yang satu grup dengan DCII?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 2 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan DCII: DNET (25,30%), EMTK (8,97%). Penghubungnya ANTHONI SALIM. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian DCII?
Sekitar Rp0,17 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Teknologi
Sebelum membeli DCII
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.