Saham BYAN — Bayan Resources
Ringkasan BYAN
Bayan Resources (kode BYAN) adalah emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp11.325 per lembar — menguat 0,67% dari penutupan sebelumnya di Rp11.300. Satu lot (100 lembar) berarti Rp1.132.500.
Dalam 52 minggu terakhir BYAN bergerak antara Rp8.950 dan Rp21.375, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (19 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp5,24 miliar sehari — tergolong sedang dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,28×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 41,5, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi BYAN skor 51 dari 100 (beberapa ciri saham gorengan terlihat pada pergerakannya), dengan fase "Tenang". Emiten ini juga pernah berstatus UMA. Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka BYAN selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang BYAN
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan BYAN. Emiten ini mencatat 13 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan BYAN. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar BYAN
Berapa harga saham BYAN hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, BYAN berada di Rp11.325 per lembar, naik 0,67% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp1.132.500. Data diperbarui tiap hari bursa.
BYAN saham apa?
BYAN adalah kode saham Bayan Resources, emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah BYAN termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi BYAN skor 51 dari 100 dengan label Waspada. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham BYAN?
Pemegang saham pengendali BYAN adalah DATO' DR LOW (40,25%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 46,711%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan BYAN.
BYAN masuk papan apa di BEI?
BYAN tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 12/08/2008.
Saham apa lagi yang satu grup dengan BYAN?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan BYAN: MYOH (14,18%). Penghubungnya LOW TUCK KWONG. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian BYAN?
Sekitar Rp5,24 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Energi
Sebelum membeli BYAN
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.