Saham ASII — Astra International
Ringkasan ASII
Astra International (kode ASII) adalah emiten sektor perindustrian yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp4.810 per lembar — menguat 1,26% dari penutupan sebelumnya di Rp4.810. Satu lot (100 lembar) berarti Rp481.000.
Dalam 52 minggu terakhir ASII bergerak antara Rp4.350 dan Rp7.475, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (15 dari 100). Harganya di atas sebagian rata-rata bergeraknya dan di bawah sisanya — susunan peralihan, belum satu arah.
Nilai transaksi terakhirnya Rp94,38 miliar sehari — tergolong tebal dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 0,85×). Likuiditas sebesar ini membuat masuk dan keluar posisi relatif mudah tanpa menggeser harga.
RSI 14 harinya 47,7, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi ASII skor 0 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka ASII selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang ASII
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan ASII. Emiten ini mencatat 14 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 5 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan ASII. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar ASII
Berapa harga saham ASII hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, ASII berada di Rp4.810 per lembar, naik 1,26% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp481.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
ASII saham apa?
ASII adalah kode saham Astra International, emiten sektor perindustrian yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah ASII termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi ASII skor 0 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham ASII?
Pemegang saham pengendali ASII adalah Jardine Cycle & Carriage (50,11%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,080%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan ASII.
ASII masuk papan apa di BEI?
ASII tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 04/04/1990.
Saham apa lagi yang satu grup dengan ASII?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 5 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan ASII: AUTO (80,00%), AALI (79,68%), ASGR (76,87%), UNTR (59,50%), HEAL (7,23%). Penghubungnya PT Astra International. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian ASII?
Sekitar Rp94,38 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tebal. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Perindustrian
Sebelum membeli ASII
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.