Saham ADMR — Adaro Minerals Indonesia
Ringkasan ADMR
Adaro Minerals Indonesia (kode ADMR) adalah emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp1.460 per lembar — menguat 0,34% dari penutupan sebelumnya di Rp1.480. Satu lot (100 lembar) berarti Rp146.000.
Dalam 52 minggu terakhir ADMR bergerak antara Rp700 dan Rp2.320, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (47 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp23,20 miliar sehari — tergolong tebal dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 0,81×). Likuiditas sebesar ini membuat masuk dan keluar posisi relatif mudah tanpa menggeser harga.
RSI 14 harinya 39,6, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi ADMR skor 0 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka ADMR selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang ADMR
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan ADMR. Emiten ini mencatat 6 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 2 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan ADMR. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar ADMR
Berapa harga saham ADMR hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, ADMR berada di Rp1.460 per lembar, naik 0,34% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp146.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
ADMR saham apa?
ADMR adalah kode saham Adaro Minerals Indonesia, emiten sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah ADMR termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi ADMR skor 0 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham ADMR?
Pemegang saham pengendali ADMR adalah PT Alamtri Resources (85,45%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan ADMR.
ADMR masuk papan apa di BEI?
ADMR tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 03/01/2022.
Saham apa lagi yang satu grup dengan ADMR?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 2 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan ADMR: AADI (15,37%), ADRO. Penghubungnya antara lain Arini Saraswaty Subianto. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian ADMR?
Sekitar Rp23,20 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tebal. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Energi
Sebelum membeli ADMR
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.