NerfstockIDX STOCK INTELLIGENCE
MasukDaftar

Saham YPAS — Yanaprima Hastapersada

Barang BakuRadar Waspada · 58Likuiditas sangat tipis
Rp1.115-3,0%per lembar · 1 lot = Rp111.500

Ringkasan YPAS

Yanaprima Hastapersada (kode YPAS) adalah emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp1.115 per lembar — melemah 3,04% dari penutupan sebelumnya di Rp1.120. Satu lot (100 lembar) berarti Rp111.500.

Dalam 52 minggu terakhir YPAS bergerak antara Rp238 dan Rp1.985, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (50 dari 100). Harganya di bawah sebagian besar rata-rata bergeraknya, dengan satu rata-rata masih tertembus ke atas.

Nilai transaksi terakhirnya Rp0,01 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,40×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.

RSI 14 harinya 46,1, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.

Radar Gorengan Nerfstock memberi YPAS skor 58 dari 100 (beberapa ciri saham gorengan terlihat pada pergerakannya), dengan fase "Setelah rontok". Emiten ini juga pernah berstatus UMA. Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.

Angka YPAS selengkapnya

Harga terakhirRp1.115
Perubahan-3,0%
Tertinggi 52 mingguRp1.985
Terendah 52 mingguRp238
Posisi dalam rentang50/100
RSI 1446,1
Nilai transaksiRp0,01 M
Rasio volume0,40×
MA 5Rp1.160
MA 20Rp1.212
MA 60Rp1.091
Skor Radar Gorengan58/100

Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.

Siapa di belakang YPAS

Pemilik pengendaliPT Hastagraha · 89,46%
Papan pencatatanPemantauan Khusus
Sub sektorBarang Baku
IndustriWadah & Kemasan
Direktur utamaJAP IRWAN SUSANTO
Komisaris utamaALEXANDER TANZIL
Saham dipegang pengurus0,360%
Tercatat sejak05/03/2008

Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan YPAS. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.

Pertanyaan seputar YPAS

Berapa harga saham YPAS hari ini?

Pada pembaruan data terakhir, YPAS berada di Rp1.115 per lembar, turun 3,04% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp111.500. Data diperbarui tiap hari bursa.

YPAS saham apa?

YPAS adalah kode saham Yanaprima Hastapersada, emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Apakah YPAS termasuk saham gorengan?

Radar Gorengan Nerfstock memberi YPAS skor 58 dari 100 dengan label Waspada. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.

Siapa pemilik saham YPAS?

Pemegang saham pengendali YPAS adalah PT Hastagraha (89,46%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,360%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan YPAS.

YPAS masuk papan apa di BEI?

YPAS tercatat di Papan Pemantauan Khusus — papan tempat BEI menaruh emiten yang memenuhi kriteria tertentu untuk diawasi lebih ketat, misalnya harga sangat rendah, likuiditas tipis, atau kondisi keuangan tertentu. Perdagangan di papan ini punya aturan tambahan, termasuk mekanisme full call auction pada sebagian emitennya.

Berapa nilai transaksi harian YPAS?

Sekitar Rp0,01 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.

Emiten lain di sektor Barang Baku

Sebelum membeli YPAS

Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.

Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.