NerfstockIDX STOCK INTELLIGENCE
MasukDaftar

Saham BRNA — Berlina

Barang BakuRadar Cermati · 26Likuiditas sangat tipis
Rp6100,0%per lembar · 1 lot = Rp61.000

Ringkasan BRNA

Berlina (kode BRNA) adalah emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp610 per lembar — tidak berubah dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) berarti Rp61.000.

Dalam 52 minggu terakhir BRNA bergerak antara Rp535 dan Rp950, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (18 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.

Nilai transaksi terakhirnya Rp0,07 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 1,22×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.

RSI 14 harinya 42,0, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.

Radar Gorengan Nerfstock memberi BRNA skor 26 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.

Angka BRNA selengkapnya

Harga terakhirRp610
Perubahan0,0%
Tertinggi 52 mingguRp950
Terendah 52 mingguRp535
Posisi dalam rentang18/100
RSI 1442,0
Nilai transaksiRp0,07 M
Rasio volume1,22×
MA 5Rp641
MA 20Rp651
MA 60Rp632
Skor Radar Gorengan26/100

Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.

Siapa di belakang BRNA

Pemilik pengendaliPT Dwi Satrya Utama · 59,65%
Papan pencatatanPemantauan Khusus
Sub sektorBarang Baku
IndustriWadah & Kemasan
Direktur utamaPujihasana Wijaya
Komisaris utamaDavid I Tjiptobiantoro
Saham dipegang pengurus0,000%
Tercatat sejak06/11/1989

Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan BRNA. Emiten ini mencatat 5 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.

Pertanyaan seputar BRNA

Berapa harga saham BRNA hari ini?

Pada pembaruan data terakhir, BRNA berada di Rp610 per lembar, naik 0,00% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp61.000. Data diperbarui tiap hari bursa.

BRNA saham apa?

BRNA adalah kode saham Berlina, emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Apakah BRNA termasuk saham gorengan?

Radar Gorengan Nerfstock memberi BRNA skor 26 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.

Siapa pemilik saham BRNA?

Pemegang saham pengendali BRNA adalah PT Dwi Satrya Utama (54,57%) dan Lisjanto Tjiptobiantoro (5,08%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan BRNA.

BRNA masuk papan apa di BEI?

BRNA tercatat di Papan Pemantauan Khusus — papan tempat BEI menaruh emiten yang memenuhi kriteria tertentu untuk diawasi lebih ketat, misalnya harga sangat rendah, likuiditas tipis, atau kondisi keuangan tertentu. Perdagangan di papan ini punya aturan tambahan, termasuk mekanisme full call auction pada sebagian emitennya.

Berapa nilai transaksi harian BRNA?

Sekitar Rp0,07 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.

Emiten lain di sektor Barang Baku

Sebelum membeli BRNA

Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.

Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.