Saham VIVA — Visi Media Asia
Ringkasan VIVA
Visi Media Asia (kode VIVA) adalah emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp40 per lembar — melemah 4,76% dari penutupan sebelumnya di Rp45. Satu lot (100 lembar) berarti Rp4.000.
Dalam 52 minggu terakhir VIVA bergerak antara Rp7 dan Rp84, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (43 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp2,37 miliar sehari — tergolong tipis dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 1,46×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 48,1, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi VIVA skor 13 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka VIVA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang VIVA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan VIVA. Emiten ini mencatat 6 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 2 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan VIVA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar VIVA
Berapa harga saham VIVA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, VIVA berada di Rp40 per lembar, turun 4,76% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp4.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
VIVA saham apa?
VIVA adalah kode saham Visi Media Asia, emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah VIVA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi VIVA skor 13 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham VIVA?
Pemegang saham pengendali VIVA adalah PT Bakrie Global (32,94%). Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan VIVA.
VIVA masuk papan apa di BEI?
VIVA tercatat di Papan Pemantauan Khusus — papan tempat BEI menaruh emiten yang memenuhi kriteria tertentu untuk diawasi lebih ketat, misalnya harga sangat rendah, likuiditas tipis, atau kondisi keuangan tertentu. Perdagangan di papan ini punya aturan tambahan, termasuk mekanisme full call auction pada sebagian emitennya.
Saham apa lagi yang satu grup dengan VIVA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 2 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan VIVA: BTEL, MDIA. Penghubungnya antara lain Anindya Novyan Bakrie. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian VIVA?
Sekitar Rp2,37 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Konsumer Non-Primer
Sebelum membeli VIVA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.