Saham MDIA — Intermedia Capital
Ringkasan MDIA
Intermedia Capital (kode MDIA) adalah emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp123 per lembar — menguat 0,82% dari penutupan sebelumnya di Rp126. Satu lot (100 lembar) berarti Rp12.300.
Dalam 52 minggu terakhir MDIA bergerak antara Rp11 dan Rp304, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (38 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp10,19 miliar sehari — tergolong sedang dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,47×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 30,4, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi MDIA skor 27 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Setelah rontok". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka MDIA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang MDIA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan MDIA. Emiten ini mencatat 1 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 3 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan MDIA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar MDIA
Berapa harga saham MDIA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, MDIA berada di Rp123 per lembar, naik 0,82% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp12.300. Data diperbarui tiap hari bursa.
MDIA saham apa?
MDIA adalah kode saham Intermedia Capital, emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah MDIA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi MDIA skor 27 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham MDIA?
Pemegang saham pengendali MDIA adalah PT Visi Media Asia Tbk. (80,73%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,008%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan MDIA.
MDIA masuk papan apa di BEI?
MDIA tercatat di Papan Pemantauan Khusus — papan tempat BEI menaruh emiten yang memenuhi kriteria tertentu untuk diawasi lebih ketat, misalnya harga sangat rendah, likuiditas tipis, atau kondisi keuangan tertentu. Perdagangan di papan ini punya aturan tambahan, termasuk mekanisme full call auction pada sebagian emitennya.
Saham apa lagi yang satu grup dengan MDIA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 3 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan MDIA: KOTA (48,10%), BTEL, VIVA. Penghubungnya antara lain Anindya Novyan Bakrie. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian MDIA?
Sekitar Rp10,19 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Konsumer Non-Primer
Sebelum membeli MDIA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.