NerfstockIDX STOCK INTELLIGENCE
MasukDaftar

Saham SDMU — Sidomulyo Selaras

TransportasiRadar Cermati · 39Likuiditas tipis
Rp66+1,5%per lembar · 1 lot = Rp6.600

Ringkasan SDMU

Sidomulyo Selaras (kode SDMU) adalah emiten sektor transportasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp66 per lembar — menguat 1,54% dari penutupan sebelumnya di Rp64. Satu lot (100 lembar) berarti Rp6.600.

Dalam 52 minggu terakhir SDMU bergerak antara Rp23 dan Rp151, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (34 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.

Nilai transaksi terakhirnya Rp4,76 miliar sehari — tergolong tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,04×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.

RSI 14 harinya 34,8, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.

Radar Gorengan Nerfstock memberi SDMU skor 39 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Setelah rontok". Emiten ini juga menunjukkan ciri likuiditas semu. Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.

Angka SDMU selengkapnya

Harga terakhirRp66
Perubahan+1,5%
Tertinggi 52 mingguRp151
Terendah 52 mingguRp23
Posisi dalam rentang34/100
RSI 1434,8
Nilai transaksiRp4,76 M
Rasio volume0,04×
MA 5Rp67
MA 20Rp74
MA 60Rp81
Skor Radar Gorengan39/100

Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.

Siapa di belakang SDMU

Pemilik pengendaliTjoe Mien Sasminto · 68,12%
Papan pencatatanPemantauan Khusus
Sub sektorLogistik & Pengantaran
IndustriLogistik & Pengantaran
Direktur utamaEvelyn Magdalena Tjoe
Komisaris utamaTjoe Mien Sasminto
Saham dipegang pengurus68,120%
Tercatat sejak12/07/2011

Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan SDMU. Emiten ini mencatat 3 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.

Pertanyaan seputar SDMU

Berapa harga saham SDMU hari ini?

Pada pembaruan data terakhir, SDMU berada di Rp66 per lembar, naik 1,54% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp6.600. Data diperbarui tiap hari bursa.

SDMU saham apa?

SDMU adalah kode saham Sidomulyo Selaras, emiten sektor transportasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Apakah SDMU termasuk saham gorengan?

Radar Gorengan Nerfstock memberi SDMU skor 39 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.

Siapa pemilik saham SDMU?

Pemegang saham pengendali SDMU adalah Tjoe Mien Sasminto (68,12%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 68,120%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan SDMU.

SDMU masuk papan apa di BEI?

SDMU tercatat di Papan Pemantauan Khusus — papan tempat BEI menaruh emiten yang memenuhi kriteria tertentu untuk diawasi lebih ketat, misalnya harga sangat rendah, likuiditas tipis, atau kondisi keuangan tertentu. Perdagangan di papan ini punya aturan tambahan, termasuk mekanisme full call auction pada sebagian emitennya.

Berapa nilai transaksi harian SDMU?

Sekitar Rp4,76 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.

Emiten lain di sektor Transportasi

Sebelum membeli SDMU

Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.

Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.