Saham ASSA — Adi Sarana Armada
Ringkasan ASSA
Adi Sarana Armada (kode ASSA) adalah emiten sektor transportasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp570 per lembar — melemah 1,72% dari penutupan sebelumnya di Rp580. Satu lot (100 lembar) berarti Rp57.000.
Dalam 52 minggu terakhir ASSA bergerak antara Rp452 dan Rp1.315, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (14 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp2,15 miliar sehari — tergolong tipis dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 0,91×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 44,6, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi ASSA skor 6 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka ASSA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang ASSA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan ASSA. Emiten ini mencatat 6 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan ASSA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar ASSA
Berapa harga saham ASSA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, ASSA berada di Rp570 per lembar, turun 1,72% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp57.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
ASSA saham apa?
ASSA adalah kode saham Adi Sarana Armada, emiten sektor transportasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah ASSA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi ASSA skor 6 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham ASSA?
Pemegang saham pengendali ASSA adalah PT ADI DINAMIKA (23,08%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 12,670%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan ASSA.
ASSA masuk papan apa di BEI?
ASSA tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 12/11/2012.
Saham apa lagi yang satu grup dengan ASSA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan ASSA: TAPG (19,94%). Penghubungnya antara lain PT Daya Adicipta. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian ASSA?
Sekitar Rp2,15 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Transportasi
Sebelum membeli ASSA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.