Saham NICL — PAM Mineral
Ringkasan NICL
PAM Mineral (kode NICL) adalah emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp356 per lembar — menguat 3,49% dari penutupan sebelumnya di Rp340. Satu lot (100 lembar) berarti Rp35.600.
Dalam 52 minggu terakhir NICL bergerak antara Rp234 dan Rp2.010, sehingga harga sekarang berada dekat titik terendah setahunnya (7 dari 100). Harganya di bawah sebagian besar rata-rata bergeraknya, dengan satu rata-rata masih tertembus ke atas.
Nilai transaksi terakhirnya Rp8,00 miliar sehari — tergolong sedang dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,53×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 27,6, berada di wilayah yang biasa disebut oversold — artinya harganya baru saja turun cepat, bukan berarti murah. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi NICL skor 19 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Setelah rontok". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka NICL selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang NICL
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan NICL. Emiten ini mencatat 1 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan NICL. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar NICL
Berapa harga saham NICL hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, NICL berada di Rp356 per lembar, naik 3,49% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp35.600. Data diperbarui tiap hari bursa.
NICL saham apa?
NICL adalah kode saham PAM Mineral, emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah NICL termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi NICL skor 19 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham NICL?
Pemegang saham pengendali NICL adalah PT Pam Metalindo (43,23%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan NICL.
NICL masuk papan apa di BEI?
NICL tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 09/07/2021.
Saham apa lagi yang satu grup dengan NICL?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan NICL: TRUS (9,35%). Penghubungnya PT. Artha Perdana. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian NICL?
Sekitar Rp8,00 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Barang Baku
Sebelum membeli NICL
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.