Saham AVIA — Avia Avian
Ringkasan AVIA
Avia Avian (kode AVIA) adalah emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp352 per lembar — melemah 0,56% dari penutupan sebelumnya di Rp350. Satu lot (100 lembar) berarti Rp35.200.
Dalam 52 minggu terakhir AVIA bergerak antara Rp288 dan Rp530, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (26 dari 100). Harganya berada di atas rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren naik.
Nilai transaksi terakhirnya Rp4,45 miliar sehari — tergolong tipis dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 0,89×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 58,5, condong ke sisi atas, menandakan kenaikan belakangan ini lebih besar daripada penurunannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi AVIA skor 0 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka AVIA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang AVIA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan AVIA. Emiten ini mencatat 2 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan AVIA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar AVIA
Berapa harga saham AVIA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, AVIA berada di Rp352 per lembar, turun 0,56% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp35.200. Data diperbarui tiap hari bursa.
AVIA saham apa?
AVIA adalah kode saham Avia Avian, emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah AVIA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi AVIA skor 0 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham AVIA?
Pemegang saham pengendali AVIA adalah PT Tancorp Surya Sentosa (36,60%) dan PT Wahana Lancar Rejeki (32,49%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 2,490%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan AVIA.
AVIA masuk papan apa di BEI?
AVIA tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 08/12/2021.
Saham apa lagi yang satu grup dengan AVIA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan AVIA: PRAY (27,15%). Penghubungnya Archipelago Investment. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian AVIA?
Sekitar Rp4,45 miliar per hari pada data terakhir, tergolong tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Barang Baku
Sebelum membeli AVIA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.