Saham ICBP — Indofood CBP Sukses Makmur
Ringkasan ICBP
Indofood CBP Sukses Makmur (kode ICBP) adalah emiten sektor konsumer primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp7.000 per lembar — melemah 0,36% dari penutupan sebelumnya di Rp7.050. Satu lot (100 lembar) berarti Rp700.000.
Dalam 52 minggu terakhir ICBP bergerak antara Rp5.925 dan Rp12.875, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (15 dari 100). Harganya di atas sebagian rata-rata bergeraknya dan di bawah sisanya — susunan peralihan, belum satu arah.
Nilai transaksi terakhirnya Rp12,15 miliar sehari — tergolong sedang dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,57×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 54,1, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi ICBP skor 0 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka ICBP selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang ICBP
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan ICBP. Emiten ini mencatat 11 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan ICBP. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar ICBP
Berapa harga saham ICBP hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, ICBP berada di Rp7.000 per lembar, turun 0,36% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp700.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
ICBP saham apa?
ICBP adalah kode saham Indofood CBP Sukses Makmur, emiten sektor konsumer primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah ICBP termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi ICBP skor 0 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham ICBP?
Pemegang saham pengendali ICBP adalah PT Indofood Sukses (80,53%). Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan ICBP.
ICBP masuk papan apa di BEI?
ICBP tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 07/10/2010.
Saham apa lagi yang satu grup dengan ICBP?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan ICBP: SIMP (6,68%). Penghubungnya antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk *). Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian ICBP?
Sekitar Rp12,15 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Konsumer Primer
Sebelum membeli ICBP
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.