NerfstockIDX STOCK INTELLIGENCE
MasukDaftar

Saham DIGI — Arkadia Digital Media

Konsumer Non-PrimerRadar Wajar · 12Likuiditas sangat tipis
Rp29+7,4%per lembar · 1 lot = Rp2.900

Ringkasan DIGI

Arkadia Digital Media (kode DIGI) adalah emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp29 per lembar — menguat 7,41% dari penutupan sebelumnya di Rp27. Satu lot (100 lembar) berarti Rp2.900.

Dalam 52 minggu terakhir DIGI bergerak antara Rp13 dan Rp62, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (33 dari 100). Harganya di bawah sebagian besar rata-rata bergeraknya, dengan satu rata-rata masih tertembus ke atas.

Nilai transaksi terakhirnya Rp0,00 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,00×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.

RSI 14 harinya 44,4, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.

Radar Gorengan Nerfstock memberi DIGI skor 12 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Setelah rontok". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.

Angka DIGI selengkapnya

Harga terakhirRp29
Perubahan+7,4%
Tertinggi 52 mingguRp62
Terendah 52 mingguRp13
Posisi dalam rentang33/100
RSI 1444,4
Nilai transaksiRp0,00 M
Rasio volume0,00×
MA 5Rp29
MA 20Rp31
MA 60Rp33
Skor Radar Gorengan12/100

Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.

Siapa di belakang DIGI

Pemilik pengendaliIwa Sukresno Karunia · 28,13%
Papan pencatatanPemantauan Khusus
Sub sektorMedia & Hiburan
IndustriMedia
Direktur utamaSuwarjono
Komisaris utamaStephen K. Sulistyo
Saham dipegang pengurus33,430%
Tercatat sejak18/09/2018

Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan DIGI. Emiten ini mencatat 3 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.

Pertanyaan seputar DIGI

Berapa harga saham DIGI hari ini?

Pada pembaruan data terakhir, DIGI berada di Rp29 per lembar, naik 7,41% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp2.900. Data diperbarui tiap hari bursa.

DIGI saham apa?

DIGI adalah kode saham Arkadia Digital Media, emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Apakah DIGI termasuk saham gorengan?

Radar Gorengan Nerfstock memberi DIGI skor 12 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.

Siapa pemilik saham DIGI?

Pemegang saham pengendali DIGI adalah Iwa Sukresno Karunia (28,13%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 33,430%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan DIGI.

DIGI masuk papan apa di BEI?

DIGI tercatat di Papan Pemantauan Khusus — papan tempat BEI menaruh emiten yang memenuhi kriteria tertentu untuk diawasi lebih ketat, misalnya harga sangat rendah, likuiditas tipis, atau kondisi keuangan tertentu. Perdagangan di papan ini punya aturan tambahan, termasuk mekanisme full call auction pada sebagian emitennya.

Berapa nilai transaksi harian DIGI?

Sekitar Rp0,00 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.

Emiten lain di sektor Konsumer Non-Primer

Sebelum membeli DIGI

Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.

Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.