NerfstockIDX STOCK INTELLIGENCE
MasukCoba gratis

Saham BIMA — Primarindo Asia Infrastructure

Konsumer Non-PrimerRadar Wajar · 12Likuiditas sangat tipis
Rp820,0%per lembar · 1 lot = Rp8.200

Data per · informasi, bukan rekomendasi beli/jual.

Ringkasan BIMA

Primarindo Asia Infrastructure (kode BIMA) adalah emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 2 November 2026, harganya Rp82 per lembar — tidak berubah dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) berarti Rp8.200.

Dalam 52 minggu terakhir BIMA bergerak antara Rp34 dan Rp138, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (46 dari 100). Harganya berada di atas rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren naik.

Nilai transaksi terakhirnya Rp0,00 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,00×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika kamu paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang kamu mau.

RSI 14 harinya 61,0, condong ke sisi atas, menandakan kenaikan belakangan ini lebih besar daripada penurunannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.

Radar Gorengan Nerfstock memberi BIMA skor 12 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Akumulasi sepi". Emiten ini juga menunjukkan ciri likuiditas semu. Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal kamu tetap nyata.

Angka BIMA selengkapnya

Harga terakhirRp82
Perubahan0,0%
Tertinggi 52 mingguRp138
Terendah 52 mingguRp34
Posisi dalam rentang46/100
RSI 1461,0
Nilai transaksiRp0,00 M
Rasio volume0,00×
MA 5Rp80
MA 20Rp75
MA 60Rp76
Skor Radar Gorengan12/100

Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock (data per 2 Nov 2026, 04:03 WIB). Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan. Cara kami mengolah data.

Siapa di belakang BIMA

Pemilik pengendaliPT. GOLDEN LESTARI · 86,56%
Papan pencatatanPengembangan
Sub sektorPakaian & Barang Mewah
IndustriPakaian & Barang Mewah
Direktur utamaBambang Setiyono
Komisaris utamaJudiono Tosin
Saham dipegang pengurus0,000%
Tercatat sejak30/08/1994

Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan BIMA. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.

Pertanyaan seputar BIMA

Berapa harga saham BIMA hari ini?

Pada pembaruan data terakhir, BIMA berada di Rp82 per lembar, naik 0,00% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp8.200. Data diperbarui tiap hari bursa.

BIMA saham apa?

BIMA adalah kode saham Primarindo Asia Infrastructure, emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Apakah BIMA termasuk saham gorengan?

Radar Gorengan Nerfstock memberi BIMA skor 12 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.

Siapa pemilik saham BIMA?

Pemegang saham pengendali BIMA adalah PT. GOLDEN LESTARI (86,56%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan BIMA.

BIMA masuk papan apa di BEI?

BIMA tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 30/08/1994.

Berapa nilai transaksi harian BIMA?

Sekitar Rp0,00 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi kamu bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.

Emiten lain di sektor Konsumer Non-Primer

Sebelum membeli BIMA

Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.

Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan rekomendasi beli/jual, bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.