Saham DGIK — Nusa Konstruksi Enjiniring
Ringkasan DGIK
Nusa Konstruksi Enjiniring (kode DGIK) adalah emiten sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp136 per lembar — melemah 0,73% dari penutupan sebelumnya di Rp137. Satu lot (100 lembar) berarti Rp13.600.
Dalam 52 minggu terakhir DGIK bergerak antara Rp62 dan Rp206, sehingga harga sekarang berada di tengah rentang setahunnya (51 dari 100). Harganya di bawah sebagian besar rata-rata bergeraknya, dengan satu rata-rata masih tertembus ke atas.
Nilai transaksi terakhirnya Rp0,38 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 0,74×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 49,8, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi DGIK skor 19 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Akumulasi sepi". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka DGIK selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang DGIK
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan DGIK. Emiten ini mencatat 3 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan DGIK. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar DGIK
Berapa harga saham DGIK hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, DGIK berada di Rp136 per lembar, turun 0,73% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp13.600. Data diperbarui tiap hari bursa.
DGIK saham apa?
DGIK adalah kode saham Nusa Konstruksi Enjiniring, emiten sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah DGIK termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi DGIK skor 19 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham DGIK?
Pemegang saham pengendali DGIK adalah PT Global Dinamika (52,30%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,180%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan DGIK.
DGIK masuk papan apa di BEI?
DGIK tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 19/12/2007.
Saham apa lagi yang satu grup dengan DGIK?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan DGIK: IRRA (78,78%). Penghubungnya antara lain GLOBAL DINAMIKA KENCANA. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian DGIK?
Sekitar Rp0,38 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Infrastruktur
Sebelum membeli DGIK
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.