Saham TRIN — Perintis Triniti Properti
Ringkasan TRIN
Perintis Triniti Properti (kode TRIN) adalah emiten sektor properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp150 per lembar — melemah 5,66% dari penutupan sebelumnya di Rp174. Satu lot (100 lembar) berarti Rp15.000.
Dalam 52 minggu terakhir TRIN bergerak antara Rp68 dan Rp1.975, sehingga harga sekarang berada dekat titik terendah setahunnya (4 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp5,67 miliar sehari — tergolong sedang dan sebanding dengan rata-rata 20 harinya (rasio 1,17×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 28,0, berada di wilayah yang biasa disebut oversold — artinya harganya baru saja turun cepat, bukan berarti murah. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi TRIN skor 27 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Setelah rontok". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka TRIN selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang TRIN
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan TRIN. Emiten ini mencatat 7 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan TRIN. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar TRIN
Berapa harga saham TRIN hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, TRIN berada di Rp150 per lembar, turun 5,66% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp15.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
TRIN saham apa?
TRIN adalah kode saham Perintis Triniti Properti, emiten sektor properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah TRIN termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi TRIN skor 27 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham TRIN?
Pemegang saham pengendali TRIN adalah PT Kunci Daud (35,78%) dan PT Intan Investama (27,28%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 5,030%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan TRIN.
TRIN masuk papan apa di BEI?
TRIN tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 15/01/2020.
Saham apa lagi yang satu grup dengan TRIN?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan TRIN: KSIX (11,78%). Penghubungnya PT Panca Muara Jaya. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian TRIN?
Sekitar Rp5,67 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Properti
Sebelum membeli TRIN
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.