Saham SMBR — Semen Baturaja
Ringkasan SMBR
Semen Baturaja (kode SMBR) adalah emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp150 per lembar — tidak berubah dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) berarti Rp15.000.
Dalam 52 minggu terakhir SMBR bergerak antara Rp129 dan Rp354, sehingga harga sekarang berada dekat titik terendah setahunnya (9 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp0,20 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,40×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 39,1, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi SMBR skor 18 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka SMBR selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang SMBR
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan SMBR. Emiten ini mencatat 1 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan SMBR. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar SMBR
Berapa harga saham SMBR hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, SMBR berada di Rp150 per lembar, naik 0,00% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp15.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
SMBR saham apa?
SMBR adalah kode saham Semen Baturaja, emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah SMBR termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi SMBR skor 18 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham SMBR?
Pemegang saham pengendali SMBR adalah PT Semen Indonesia (75,51%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan SMBR.
SMBR masuk papan apa di BEI?
SMBR tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 28/06/2013.
Saham apa lagi yang satu grup dengan SMBR?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan SMBR: SMCB (83,52%). Penghubungnya PT Semen Indonesia Tbk. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian SMBR?
Sekitar Rp0,20 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Barang Baku
Sebelum membeli SMBR
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.