Saham NCKL — Trimegah Bangun Persada
Ringkasan NCKL
Trimegah Bangun Persada (kode NCKL) adalah emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp830 per lembar — menguat 0,61% dari penutupan sebelumnya di Rp830. Satu lot (100 lembar) berarti Rp83.000.
Dalam 52 minggu terakhir NCKL bergerak antara Rp530 dan Rp1.595, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (28 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp6,36 miliar sehari — tergolong sedang dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,56×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 34,3, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi NCKL skor 6 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka NCKL selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang NCKL
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan NCKL. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 2 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan NCKL. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar NCKL
Berapa harga saham NCKL hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, NCKL berada di Rp830 per lembar, naik 0,61% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp83.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
NCKL saham apa?
NCKL adalah kode saham Trimegah Bangun Persada, emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah NCKL termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi NCKL skor 6 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham NCKL?
Pemegang saham pengendali NCKL adalah PT Harita Jayaraya (79,79%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan NCKL.
NCKL masuk papan apa di BEI?
NCKL tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 12/04/2023.
Saham apa lagi yang satu grup dengan NCKL?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 2 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan NCKL: TIRT (71,13%), CITA (60,46%). Penghubungnya antara lain PT Harita Jayaraya. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian NCKL?
Sekitar Rp6,36 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Barang Baku
Sebelum membeli NCKL
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.