Saham IPCM — Jasa Armada Indonesia
Ringkasan IPCM
Jasa Armada Indonesia (kode IPCM) adalah emiten sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp286 per lembar — menguat 0,70% dari penutupan sebelumnya di Rp284. Satu lot (100 lembar) berarti Rp28.600.
Dalam 52 minggu terakhir IPCM bergerak antara Rp238 dan Rp372, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (36 dari 100). Harganya berselang-seling di sekitar rata-rata bergeraknya.
Nilai transaksi terakhirnya Rp0,04 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,26×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 43,6, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi IPCM skor 0 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Tenang". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka IPCM selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang IPCM
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan IPCM. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan IPCM. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar IPCM
Berapa harga saham IPCM hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, IPCM berada di Rp286 per lembar, naik 0,70% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp28.600. Data diperbarui tiap hari bursa.
IPCM saham apa?
IPCM adalah kode saham Jasa Armada Indonesia, emiten sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah IPCM termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi IPCM skor 0 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham IPCM?
Pemegang saham pengendali IPCM adalah PT PELINDO JASA (76,89%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,030%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan IPCM.
IPCM masuk papan apa di BEI?
IPCM tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 22/12/2017.
Saham apa lagi yang satu grup dengan IPCM?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan IPCM: IPCC (5,54%). Penghubungnya PT PELABUHAN INDONESIA INVESTAMA. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian IPCM?
Sekitar Rp0,04 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Infrastruktur
Sebelum membeli IPCM
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.