Saham INCO — Vale Indonesia
Ringkasan INCO
Vale Indonesia (kode INCO) adalah emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp4.130 per lembar — menguat 1,47% dari penutupan sebelumnya di Rp4.110. Satu lot (100 lembar) berarti Rp413.000.
Dalam 52 minggu terakhir INCO bergerak antara Rp1.825 dan Rp7.900, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (38 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp19,10 miliar sehari — tergolong sedang dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,62×). Likuiditas sebesar ini umumnya cukup untuk posisi ritel, tetapi belum tentu nyaman untuk posisi besar.
RSI 14 harinya 31,2, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi INCO skor 13 dari 100 (pergerakannya tidak menunjukkan ciri saham gorengan yang menonjol), dengan fase "Setelah rontok". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka INCO selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang INCO
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan INCO. Emiten ini mencatat 1 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 3 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan INCO. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar INCO
Berapa harga saham INCO hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, INCO berada di Rp4.130 per lembar, naik 1,47% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp413.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
INCO saham apa?
INCO adalah kode saham Vale Indonesia, emiten sektor barang baku yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah INCO termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi INCO skor 13 dari 100 dengan label Wajar. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham INCO?
Pemegang saham pengendali INCO adalah PT Mineral Industri (34,00%) dan Vale Canada Limited (33,88%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan INCO.
INCO masuk papan apa di BEI?
INCO tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia, sejak 16/05/1990.
Saham apa lagi yang satu grup dengan INCO?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 3 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan INCO: PTBA (65,93%), ANTM (65,00%), TINS (65,00%). Penghubungnya PT Mineral Industri Indonesia. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian INCO?
Sekitar Rp19,10 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sedang. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Barang Baku
Sebelum membeli INCO
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.