Saham DIVA — Distribusi Voucher Nusantara
Ringkasan DIVA
Distribusi Voucher Nusantara (kode DIVA) adalah emiten sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp125 per lembar — melemah 0,79% dari penutupan sebelumnya di Rp127. Satu lot (100 lembar) berarti Rp12.500.
Dalam 52 minggu terakhir DIVA bergerak antara Rp70 dan Rp254, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (30 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.
Nilai transaksi terakhirnya Rp0,64 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,20×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 43,5, condong ke sisi bawah, menandakan penurunan belakangan ini lebih besar daripada kenaikannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi DIVA skor 33 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Tenang". Emiten ini juga menunjukkan ciri likuiditas semu. Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka DIVA selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang DIVA
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan DIVA. Emiten ini mencatat 7 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 6 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan DIVA. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar DIVA
Berapa harga saham DIVA hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, DIVA berada di Rp125 per lembar, turun 0,79% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp12.500. Data diperbarui tiap hari bursa.
DIVA saham apa?
DIVA adalah kode saham Distribusi Voucher Nusantara, emiten sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah DIVA termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi DIVA skor 33 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham DIVA?
Pemegang saham pengendali DIVA adalah PT 1 Inti Dot Com (22,20%) dan Raymond Loho (0,01%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,010%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan DIVA.
DIVA masuk papan apa di BEI?
DIVA tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 27/11/2018.
Saham apa lagi yang satu grup dengan DIVA?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada 6 emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan DIVA: ASMI (29,96%), DEFI (23,57%), KREN (13,77%), MCAS (13,51%), NFCX (11,65%), DMMX (10,25%). Penghubungnya antara lain PT Asuransi Jiwa Kresna. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian DIVA?
Sekitar Rp0,64 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Teknologi
Sebelum membeli DIVA
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.