Saham DGNS — Diagnos Laboratorium Utama
Ringkasan DGNS
Diagnos Laboratorium Utama (kode DGNS) adalah emiten sektor kesehatan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 14 Oktober 2026, harganya Rp290 per lembar — menguat 0,69% dari penutupan sebelumnya di Rp292. Satu lot (100 lembar) berarti Rp29.000.
Dalam 52 minggu terakhir DGNS bergerak antara Rp121 dan Rp382, sehingga harga sekarang berada di paruh atas rentang setahunnya (65 dari 100). Harganya di atas sebagian rata-rata bergeraknya dan di bawah sisanya — susunan peralihan, belum satu arah.
Nilai transaksi terakhirnya Rp0,59 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,25×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika Anda paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang Anda mau.
RSI 14 harinya 57,0, condong ke sisi atas, menandakan kenaikan belakangan ini lebih besar daripada penurunannya. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.
Radar Gorengan Nerfstock memberi DGNS skor 27 dari 100 (ada satu-dua ciri yang layak dicermati, meski belum membentuk pola yang kuat), dengan fase "Akumulasi sepi". Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal Anda tetap nyata.
Angka DGNS selengkapnya
Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock. Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan.
Siapa di belakang DGNS
Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan DGNS. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.
Satu tangan dengan emiten lain
Ada 1 emiten lain di bursa yang pemegang sahamnya sama dengan DGNS. Kalau beberapa di antaranya ada di portofolio Anda sekaligus, risikonya tidak sebaran seperti yang terlihat — ia menumpuk di satu pemilik.
Sumber: laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, plus pengungkapan pemilik manfaat. Bank kustodian, perusahaan efek, dana pensiun, dan reksa dana tidak dihitung sebagai pemilik, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Nama di bawah 5% juga tidak dihitung. Peta lengkapnya ada di Peta Konglomerasi.
Pertanyaan seputar DGNS
Berapa harga saham DGNS hari ini?
Pada pembaruan data terakhir, DGNS berada di Rp290 per lembar, naik 0,69% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp29.000. Data diperbarui tiap hari bursa.
DGNS saham apa?
DGNS adalah kode saham Diagnos Laboratorium Utama, emiten sektor kesehatan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Apakah DGNS termasuk saham gorengan?
Radar Gorengan Nerfstock memberi DGNS skor 27 dari 100 dengan label Cermati. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.
Siapa pemilik saham DGNS?
Pemegang saham pengendali DGNS adalah PT Bunda Investama (32,57%). Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan DGNS.
DGNS masuk papan apa di BEI?
DGNS tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 15/01/2021.
Saham apa lagi yang satu grup dengan DGNS?
Menurut laporan pemegang saham emiten dan data KSEI, ada satu emiten lain di BEI yang pemegang sahamnya sama dengan DGNS: BMHS (57,37%). Penghubungnya antara lain BUNDA INVESTAMA INDONESIA. Bank kustodian, perusahaan efek, dan dana pensiun tidak dihitung sebagai pemilik di sini, karena saham di rekening mereka milik ribuan kliennya. Ini catatan kepemilikan, bukan penilaian atas emitennya.
Berapa nilai transaksi harian DGNS?
Sekitar Rp0,59 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi Anda bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.
Emiten lain di sektor Kesehatan
Sebelum membeli DGNS
Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.
Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.