NerfstockIDX STOCK INTELLIGENCE
MasukCoba gratis

Saham BLTZ — Graha Layar Prima

Konsumer Non-PrimerRadar Gorengan · 71Likuiditas sangat tipis
Rp2.880-6,8%per lembar · 1 lot = Rp288.000

Data per · informasi, bukan rekomendasi beli/jual.

Ringkasan BLTZ

Graha Layar Prima (kode BLTZ) adalah emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada data terakhir 2 November 2026, harganya Rp2.880 per lembar — melemah 6,80% dari penutupan sebelumnya di Rp3.140. Satu lot (100 lembar) berarti Rp288.000.

Dalam 52 minggu terakhir BLTZ bergerak antara Rp1.660 dan Rp5.250, sehingga harga sekarang berada di paruh bawah rentang setahunnya (34 dari 100). Harganya berada di bawah rata-rata 5, 20, maupun 60 hari — susunan yang biasa disebut tren turun.

Nilai transaksi terakhirnya Rp0,01 miliar sehari — tergolong sangat tipis dan di bawah rata-rata 20 harinya (rasio 0,08×). Pada nilai transaksi setipis ini, keluar dari posisi bisa sulit persis ketika kamu paling ingin keluar — batas rugi yang direncanakan belum tentu bisa dieksekusi di harga yang kamu mau.

RSI 14 harinya 46,4, berada di tengah, tanpa dominasi jelas antara kenaikan dan penurunan. RSI mengukur kecepatan pergerakan harga, bukan nilai perusahaannya.

Radar Gorengan Nerfstock memberi BLTZ skor 71 dari 100 (pola pergerakannya memenuhi banyak ciri saham gorengan), dengan fase "Setelah rontok". Emiten ini juga pernah berstatus UMA, menunjukkan ciri likuiditas semu. Skor ini menandai pola, bukan niat: skor tinggi tidak berarti ada yang dimanipulasi, tetapi risikonya terhadap modal kamu tetap nyata.

Angka BLTZ selengkapnya

Harga terakhirRp2.880
Perubahan-6,8%
Tertinggi 52 mingguRp5.250
Terendah 52 mingguRp1.660
Posisi dalam rentang34/100
RSI 1446,4
Nilai transaksiRp0,01 M
Rasio volume0,08×
MA 5Rp3.334
MA 20Rp3.622
MA 60Rp2.961
Skor Radar Gorengan71/100

Sumber: data pasar Bursa Efek Indonesia, diperbarui tiap hari bursa oleh pengolahan data Nerfstock (data per 2 Nov 2026, 04:03 WIB). Angka di halaman ini bersifat informasi, bukan saran keuangan. Cara kami mengolah data.

Siapa di belakang BLTZ

Pemilik pengendaliCGI Holdings Limited · 51,00%
Papan pencatatanPengembangan
Sub sektorJasa Konsumen
IndustriPariwisata & Rekreasi
Direktur utamaNah Jeonghun
Komisaris utamaBratanata Perdana
Saham dipegang pengurus0,000%
Tercatat sejak10/04/2014

Sumber: laporan profil perusahaan dan komposisi pemegang saham bulanan BLTZ. Emiten ini mencatat 1 anak usaha. Ke tangan siapa saham ini sedang berpindah — dan apakah mesin Nerfstock mau menyentuhnya — dibedah di dalam aplikasi.

Pertanyaan seputar BLTZ

Berapa harga saham BLTZ hari ini?

Pada pembaruan data terakhir, BLTZ berada di Rp2.880 per lembar, turun 6,80% dari penutupan sebelumnya. Satu lot (100 lembar) setara Rp288.000. Data diperbarui tiap hari bursa.

BLTZ saham apa?

BLTZ adalah kode saham Graha Layar Prima, emiten sektor konsumer non-primer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Apakah BLTZ termasuk saham gorengan?

Radar Gorengan Nerfstock memberi BLTZ skor 71 dari 100 dengan label Gorengan. Skor menandai pola pergerakan, bukan niat siapa pun, dan bukan tuduhan manipulasi.

Siapa pemilik saham BLTZ?

Pemegang saham pengendali BLTZ adalah CGI Holdings Limited (51,00%), sementara direksi dan komisarisnya sendiri memegang 0,000%. Angka ini dari laporan komposisi pemegang saham bulanan BLTZ.

BLTZ masuk papan apa di BEI?

BLTZ tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia, sejak 10/04/2014.

Berapa nilai transaksi harian BLTZ?

Sekitar Rp0,01 miliar per hari pada data terakhir, tergolong sangat tipis. Likuiditas menentukan apakah batas rugi kamu bisa dieksekusi pada harga yang direncanakan.

Emiten lain di sektor Konsumer Non-Primer

Sebelum membeli BLTZ

Tiga bacaan singkat yang menentukan hasil lebih besar daripada pilihan emitennya sendiri: cara menghitung ukuran posisi, cara menentukan batas rugi, dan ciri saham gorengan.

Halaman ini menyajikan data pasar dan penilaian otomatis untuk keperluan informasi dan edukasi. Bukan rekomendasi beli/jual, bukan saran keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.