NerfstockIDX SIGNAL INTELLIGENCE
MasukDaftar

Membaca sinyal saham: entry, target, dan stop loss

Sinyal tanpa ketiga angka ini bukan sinyal — itu ajakan.

5 menit baca · diperbarui berkala · gratis, tanpa akun

Tiga angka, bukan satu

Sinyal yang hanya menyebut "beli SAHAM X" tidak bisa dievaluasi, tidak bisa diukur, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sinyal yang lengkap menyebut tiga harga:

Entry — harga di mana rencana ini berlaku. Membeli jauh di atas entry mengubah seluruh perhitungan risikonya.

Target (take profit) — harga di mana Anda merealisasikan untung.

Stop loss — harga di mana Anda mengakui rencana ini salah dan keluar.

Ketiganya harus ditentukan sebelum posisi dibuka. Angka yang ditentukan setelah harga bergerak selalu terpengaruh oleh posisi yang sedang berjalan.

Risk reward ratio

Dari tiga angka itu lahir satu rasio yang menentukan apakah sinyalnya masuk akal: jarak ke target dibagi jarak ke stop loss.

Entry 1.000, target 1.080, stop loss 950 berarti potensi untung 80 dan potensi rugi 50 — rasio 1,6. Artinya satu kemenangan menutup 1,6 kekalahan.

Rasio ini menentukan berapa win rate yang Anda butuhkan untuk untung. Pada rasio 1,6 Anda cukup benar sekitar 39% dari waktu untuk impas. Pada rasio 0,5 Anda harus benar lebih dari 67% — dan itu jauh lebih sulit daripada kedengarannya.

Karena itu win rate tinggi saja tidak berarti apa-apa. Sistem dengan win rate 80% dan rasio 0,25 kalah dari sistem dengan win rate 40% dan rasio 2.

Kenapa persentase saja menyesatkan

"Sinyal ini untung 12%" tidak berarti modal Anda naik 12%. Bila Anda menempatkan 10% modal di posisi itu, kenaikan modal Anda 1,2% dikurangi biaya.

Menjumlahkan persentase dari banyak sinyal lebih menyesatkan lagi. Sepuluh sinyal masing-masing untung 5% bukan berarti modal naik 50% — kecuali Anda menaruh seluruh modal di setiap sinyal secara berurutan, yang berarti satu kekalahan besar menghapus semuanya.

Angka yang jujur adalah rata-rata per sinyal beserta jumlah sinyalnya, dan hasil setelah biaya.

Cara memeriksa penyedia sinyal — termasuk kami

Beberapa pertanyaan yang jawabannya menentukan apakah sebuah rekam jejak layak dipercaya:

Apakah sinyal yang kalah ikut dihitung? Banyak yang diam-diam membuang sinyal kedaluwarsa atau yang "belum selesai" dari statistiknya.

Apakah harganya dicatat sebelum atau sesudah? Rekam jejak yang disusun setelah kejadian bisa memilih entry terbaik yang pernah lewat.

Berapa jumlah sampelnya? Win rate dari 12 sinyal tidak berarti apa-apa secara statistik.

Apakah periode terburuknya ditampilkan? Penyedia yang hanya menunjukkan bulan terbaiknya sedang memilih data.

Terapkan pertanyaan ini ke siapa pun, termasuk Nerfstock. Kalau jawabannya tidak bisa diperiksa, jawabannya tidak berarti.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu entry, take profit, dan stop loss?

Entry adalah harga masuk yang membuat rencana berlaku, take profit adalah harga merealisasikan untung, stop loss adalah harga keluar bila rencana terbukti salah. Ketiganya ditentukan sebelum membeli.

Apa itu risk reward ratio?

Perbandingan antara jarak harga ke target dengan jarak harga ke stop loss. Rasio 2 berarti potensi untung dua kali potensi rugi, sehingga sistem tetap untung meski benar kurang dari separuh waktu.

Apakah win rate tinggi berarti bagus?

Tidak dengan sendirinya. Win rate hanya berarti bila dipasangkan dengan risk reward ratio. Sistem dengan win rate 80% tetapi untung kecil dan rugi besar bisa kalah dari sistem dengan win rate 40%.

Kenapa persentase untung sinyal tidak boleh dijumlahkan?

Karena setiap posisi hanya memakai sebagian modal, dan hasil beruntun tidak berlaku bila seluruh modal tidak ditempatkan di setiap sinyal. Angka yang jujur adalah rata-rata per sinyal beserta jumlah sampel dan hasil setelah biaya.

Baca juga

Tulisan ini bersifat informasi dan edukasi pasar modal, bukan saran keuangan maupun ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada Anda.