ARA dan ARB: apa artinya dan kenapa batasnya berbeda-beda
Batas harian yang menahan harga — dan kenapa ARB jauh lebih berbahaya daripada kelihatannya.
Arti keduanya
ARA (Auto Reject Atas) adalah batas kenaikan harga maksimal sebuah saham dalam satu hari perdagangan. Bila harga menyentuhnya, sistem bursa menolak order beli di atas batas itu — harga berhenti naik untuk hari tersebut.
ARB (Auto Reject Bawah) adalah kebalikannya: batas penurunan maksimal. Order jual di bawah batas ditolak, dan harga berhenti turun.
Mekanisme ini ada untuk meredam kepanikan dan lonjakan ekstrem dalam satu sesi. Ia tidak menghilangkan pergerakan — hanya membagi-baginya ke beberapa hari.
Batasnya tidak sama untuk semua saham
Persentase ARA dan ARB ditetapkan Bursa Efek Indonesia dan pernah beberapa kali diubah, termasuk saat pasar bergejolak. Besarnya bergantung pada rentang harga saham: saham berharga rendah punya batas persentase lebih longgar daripada saham berharga tinggi.
Karena aturannya bisa berubah, jangan menghafal angkanya. Periksa ketentuan yang berlaku di situs resmi BEI atau aplikasi sekuritas Anda sebelum menyusun rencana yang bergantung pada batas itu.
Kenapa ARB lebih berbahaya daripada ARA menyenangkan
Kedua batas terlihat simetris, tetapi pengalaman memegangnya tidak.
Saat saham Anda ARA, Anda diuntungkan dan tidak perlu melakukan apa-apa. Saat saham Anda ARB, Anda ingin keluar tetapi tidak bisa: di harga batas bawah antreannya penuh penjual dan hampir tidak ada pembeli. Order jual Anda mengantre di belakang ribuan lot lain.
Bila keesokan harinya ARB lagi, posisi itu turun lagi tanpa Anda sempat menjual sekali pun. Beberapa hari ARB beruntun bisa memangkas modal jauh melampaui batas rugi yang Anda rencanakan — dan tidak ada pengaturan di aplikasi sekuritas mana pun yang bisa mencegahnya.
Apa artinya untuk rencana Anda
Stop loss adalah rencana, bukan jaminan. Ia bekerja baik pada saham likuid dengan antrean tebal di kedua sisi, dan bisa gagal total pada saham tipis yang menyentuh ARB.
Karena itu pilihan emiten mendahului pengaturan stop loss. Batas rugi 5% pada saham yang ditransaksikan puluhan miliar per hari punya arti; batas rugi 5% pada saham yang ditransaksikan ratusan juta per hari hanyalah harapan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu ARA dalam saham?
ARA (Auto Reject Atas) adalah batas kenaikan harga maksimal sebuah saham dalam satu hari perdagangan. Saat tersentuh, order beli di atas batas itu ditolak sistem bursa.
Apa itu ARB dalam saham?
ARB (Auto Reject Bawah) adalah batas penurunan harga maksimal dalam satu hari. Saat tersentuh, order jual di bawah batas itu ditolak.
Berapa persen batas ARA dan ARB?
Besarnya ditetapkan Bursa Efek Indonesia, berbeda menurut rentang harga saham, dan pernah beberapa kali diubah. Periksa ketentuan yang berlaku di situs resmi BEI atau aplikasi sekuritas Anda.
Kenapa saham saya tidak bisa dijual saat ARB?
Di harga batas bawah antreannya didominasi penjual dan hampir tidak ada pembeli, sehingga order jual mengantre panjang. Bila keesokan harinya ARB lagi, posisi turun lagi tanpa sempat terjual.
Baca juga
Apa itu saham gorengan, dan bagaimana mengenalinya
Bukan tuduhan, melainkan pola yang bisa diukur — dan kenapa bahayanya bukan di harga naiknya.
Cut loss dan stop loss: kapan, berapa, dan kenapa sulit dilakukan
Aritmetikanya tidak simetris — dan itulah seluruh alasan kenapa batas rugi tidak bisa ditawar.
Kamus istilah saham Indonesia
Empat puluh lebih istilah yang paling sering muncul, dijelaskan seperlunya tanpa jargon susulan.
Tulisan ini bersifat informasi dan edukasi pasar modal, bukan saran keuangan maupun ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada Anda.